Tuesday, July 25, 2006

Mengenang Seorang Ayah…

Hmm, disaat saya mengemukakan judul ini pada diri saya sendiri tak terasa mata saya basah karena sedih. Sedih karena yang saya akan ceritakan hanyalah tinggal kenangan, Ia telah berpulang ke rahmatullah.
Kawan, saya ingin berbagi cerita akan sosok seorang ayah, yah saya pernah mengalami hari-hari yang indah bersama sosok seorang ayah yang tegas namun sangat penyayang. Kala itu bulan ramadhan 3 tahun yang lalu,awal ramadhan beliau dan ibu saya pergi berbelanja ke sebuah Dept Store di kota Padang. Tapi anehnya hanya saya yang dibelikan baju lebaran untuk saat itu, masih saya ingat ayahanda membelikan saya 5 stel baju dan sekitar 3 buah celana panjang. Dan saya sangat surprise, mengingat saya tidak terlalu dekat dengan ayahanda saya. Ayahanda saya acapkali memarahi saya walaupun bukan saya yang berbuat, namun karna saya anak yang tertua maka saya harus ikut bertanggung jawab.Kesal memang, tapi kini manis dikenang. Setiap pagi ke sekolah kami acapkali diantar oleh beliau, dan adik saya yang kedua-duanya adalah perempuan teramat dekat dengan sang ayah.
Saya kini di tiga tahun setelah masa-masa itu berlalu jua acapkali menagis sendiri bila mendengar senandung Ebiet Titip Rindu Buat Ayah, saya rindu sosok itu. Saya rindu dimarahi beliau, dan saya pernah berandai-andai mengapa saya tidak pernah mencoba untuk menunjukkan sesuatu yang lebih kepadanya. Saya juga ingin ia hadir disaat-saat saya membutuhkannya, disaat saya akan wisuda nanti, ataupun disaat saya akan menikah nanti.
Namun sosok itu takkan pernah kembali, hanya doa yang teruntai bila nurani merindukan sosoknya. Ayah… diriku takkan pernah berhenti merindukanmu.

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Jangan cuman pantang berhenti untuk mengenang An....
Tapi, pantang berhenti untuk berprestasi dan berkarya...
Mari kita buat orang lain di sekitar kita senang dan merasakan banyak manfaat dari diri kita....

10:56 PM

 

Post a Comment

<< Home