Pelayaran Kebangsaan 2006
Usai sudah pelayaran kebangsaan 2006, akan tetapi banyak yang ternyata harus dipikul oleh peserta pelayaran tersebut, kondisi berbangsa di Indonesia ternyata mencapai titik yang cukup mengkhawatirkan. ada satu hal yang membuat saya gundah,yakni visi berbangsa kawan-kawan PK yang saya anggap masih bermasalah.
suatu ketika kami beberapa kawan-kawan PK berangkat ke Sekolah Berwawasan kebangsaan, yakni sekolah Setia Budi di Bangka Belitung, tepatnya di daerah sungai liat. Sekolah itu menyuguhkan keberagaman Indonesia, dimana merupakan satu-satunya seko;lah yang pernah saya lihat mempunyai 5 tempat ibadah, baik itu untuk umat muslim,budha,kristiani ataupun hindu dan yang lainnya.
akan tetapi permasalahannya ialah ketika saya bertanya kepada 5 orang sisiwi muslim di sekolah itu, pertanyaan saya sangat sederhana, "dik, mengapa kakak tidak melihat satu orang sisiwi muslim mengenakan jilbab?" mereka menjawab bahwa mereka sangat ingin sekali memakai jilbab, akan tetapi mereka dilarang keras oleh pihak sekolah untuk memakai jilbab. dan saya pun sangat kecewa dengan sekolah yang katanya berwawasan kebangsaan ini.
hal ini saya diskusikan dengan guru dan diknas setempat, hal yang serupa juga saya sampaikan ketika dialog dengan penduduk cina perantauan di bangka belitung. mereka berjanji akan menganalisa dan mencarikan jalan terbaik untuk permasalahan tersebut.
Marilah kita dalam berbangsa mendudukkan bahwa tidak selamanya keseragaman dapat menjadikan konflik itu tiada. bangsa indonesia mengakomodir umat beragama dan tidak ada alasan apapun yang dapat menghalangi seorang muslim menggunakan jilbab ataupun seorang kristiani menggunakan rosario. marilah dalam berbangsa kita biasakan budaya menghargai perbedaan, karena kita Indonesia memang terdiri dari bangsa,agama dan suku yang berbeda dalam berbangsa.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home