Sunday, July 30, 2006

Menjadi Kader Dakwah Yang Dinamis, Kreatif dan Inovatif

Islam adalah agama yang dinamis. Bukankah agama ini turun untuk membawa rahmat bagi sekalian alam. Dinamisnya agama ini terlihat dari hadist Nabi Muhammad SAW bahwa andaikata ada 2 perkara ibadah maka aku akan mengambil yang paling mudah. Islam tidak memberatkan umatnya. Allah SWT di dalam surat Al Maidah ayat 6 pun mengisyaratkan secara jelas bahwa agama ini adalah agama yang mudah dan sesuai dengan fitrah manusia.
Ketika kita beribadah sementara kita sakit maka kita bisa sholat sambil duduk atau berbaring. Begitu juga ketika kita sakit didalam mengerjakan puasa wajib di bulan ramadhan. Kita bisa menggantinya di lain waktu,dan begitu juga dengan wanita yang hamil serta orang tua yang udzur dimudahkan oleh Allah SWT dengan mengganti puasa mereka dengan Fidyah.
Kecintaan Rasulullah terhadap umatnya yang dinamis kreatif ataupun inovatif terlihat ketika Muadz berbincang dengan Nabi. Nabi bertanya mengenai hierarki perundang-undangan di dalam Islam andaikata ada masalah yang ia temui di hari depan. Muadz menjawab bahwa pertama dengan Al Quran, Kedua dengan sunnah dan terakhir dengan itjihad. Rasullullah SAW pun memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Muadz dilapangkan dadanya untuk menggapai ridho Allah.
Nah, seperti inilah karakteristik seorang kader dakwah sejati, bermental dinamis, kreatif dan inovatif untuk mengoptimalkan fungsi pikiran yang Allah berfikan kepadanya. Inti dari dinamis kreatif dan inovatif adalah yakin dan berusaha untuk menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja.
Ditinjau dari aspek emosional mereka yang memiliki karakter dinamis kreatif dan inovatif mempunyai ciri-ciri sbb:
Hasrat untuk mengubah hal di sekelilingnya untuk menjadi lebih baik, kepekaan terhadap lingkungannya yang ditindaklanjuti dengan sikapnya yang terbuka terhadap segala sesuatu di sekelilingnya,mempunyai minat untuk menggali lebih dalam sesuatu yang ia lihat,memiliki antusiame dalam memecahkan suatu masalah,memiliki pemahaman yang dalam,mampu berkerja produktif dengan orang lain , mempunyai sifat menghargai orang lain, serta menghargai kritik dan saran orang lain dan mempunyai ketahanan mental yang baik, dan mempunyai selera humor yang baik.
Kemampuan intelektual seseorang yang dinamis kreatif dan inovatif secara intelektual tampak dari ciri-ciri tidak segan bertanya, menjawab dan memberikan gagasan secara fleksibel. Gagasan tersebut cenderung baru dan tidak terpikirkan oleh orang lain sebelumnya. Daya kritis, evaluatif, imajinatif serta analisin menjadi pertanda ia dinamis kreatif dan inovatif didalam berpikir.
Kisah Salman Al Farisi yang memberikan usul kepada Rasullullah untuk membuat Khandak ataupun parit sebagai strategi untuk melindungi eksistensi Madinah dari serangan Yahudi Laknatullah merupakan salah satu contoh dari kader yang meiliki sifat dinamis,inovatif dan kreatif. Ataupun kisah Rasullullah sendiri yang menyelamatkan bangasa Arab dari perpecahan ketika terjadiperselisihan peletakan batu hajar aswad menjadi bukti bahwa Rasullullah sendiri adalah seseorang manusia mulia yang dinamis kreatif ataupun inovatif .Agar kita menjadi kader yang dinamis ataupun kreatif serta inovatif adalah dengan
-Percaya bahwa kita mampu melakukan sesuatu yang kita rasa kita tidak mampu
-Hapuskan kata gagal dan tidak mungkin dari kamus pikiran kita
-Berpikirlah ke depan dengan lebih baik
-Buka pikiran kita untuk menerima gagasan, kritikan ataupun perubahan
Semua kedinamisan kita, kreatifnya kita ataupun inovatifnya kita hanya akan bernilai ganda jika dilandasi dengan keimanan yang sempurna kepada Allah SWT dengan mematuhi perintahnya dan menjauhi larangannya serta mengikuti As Sunnah warisan Nabi yang Mulia Muhammad SAW.

Bumi Allah SWT
25 Dzulhijjah 1426 Hijriah

0 Comments:

Post a Comment

<< Home